Kamis, 01 September 2011

cerita sebelumnya ...

entri ini sebenernya udah lama aku simpen, blm sempet ditampilkan..... tepatnya sebelum raja dan ratuku lahir, sebelum rasa mulas itu datang.

senin, 4 july 2011 pukul 02.30 wib, menjelang subuh...
dear baby raja dan baby ratuku yang masih betah di dalam rahim bunda.. malm menjelang subuh ini, masih sama dengan malam2 sebelumnya di trimester terakhir ini. bunda ngga bisa tidur enak. balik kanan + kiri rasanya sakit, perut ini tegang seperti diremas. tidur terlentangpun rasanya sesak, nak.. yang bunda bisa lakukan hanya menangisi kesakitan ini sembari mengajak kalian bicara... "kasih bunda rasa mules secepetnya  yuk sayang, supaya kita bisa cepet bertemu di dunia. bunda ngga pikirin rasa sakit yang bunda rasain, bunda cuma ingin cepat2 berjuang lagi keluarin kalian dari rahim bunda, bisa kasih ciuman sayang yang pertama kalinya, bisa lihat wajah kalian mirip siapa yaa, bisa merawat + mendampingi kalian smp jadi orang sukses nanti. amiin.

di dalam rahim bunda kan sempit + gelap. coba kasih bunda rasa mules secepetnya, supaya kalian bisa lluasa + bisa lihat dunia dan lihat semua yang udah nungguin kehadiran kalian.." bantu bunda raja + ratuku sayang..

Rabu, 17 Agustus 2011

Masa Nifas

Hari ini tepat empat puluh hari aku merasakan predikat baru sebagai seorang ibu. Sebenarnya banyak sekali keluhan yang keluar dari mulut ini. Capek, kewalahan ngurus sendiri, butuh ditemenin suami saat begadang di malam hari, nyeri dan linu bekas jahitan, puting lecet, diri sendiri nggak terawat, nggak ada istirahatnya, baby susah tidur, dan lain-lain. Dari keluhan-keluhan itu, mungkin aku mendekati tanda-tanda baby blouse syndrom*. Tetapi aku harus meyakini bahwa Allah percaya menitipkan baby twins pada aku, berarti AKU BISA!!!! Insyaallah..

Tepat pula hari ini empat puluh hari aku mengalami masa nifas. Dulu, aku fikir masa nifas itu menakutkan. Dibenakku, setiap hari selama empat puluh hari, aku akan bertemu dengan banyak darah segar (aku sedikit takut dengan gumpalan-gumpalan darah, apalagi darah segar *can't watch*). Hiiiiii.... Tetapi ternyata darahnya nggak begitu banyak yaa, hanya minggu-minggu pertama saja, sampai aku bukan memakai pembalut, tetapi pampers for adult agaar bisa menampung si darah yang saat itu masih banyak keluar. Setelah satu minggu, darahnya nggak begitu banyak, bahkan yang aku perhatikan darahnya putih. Kata orang-orang disaat darah putih yang keluar, bahaya kalau kita tidur siang akan mempengaruhi mata menjadi rabun (amit-amit deh...).

Karena bertepatan dengan bulan ramadhan, rasanya aku ingin ikut puasa mulai besok. Tapi gimana dengan asiku yaa kalau ikutan puasa?????


*BABY BLUES (stress setelah melahirkan)

Apa, Kenapa & Bagaimana Menanganinya

Masalah yang di alami setelah melahirkan
"nangis, ditambah tragedi gak bisa ngasih ASI."
"frustasi anak ngga'mau tidur , kelelahan, migrain, marah2."
"sensitif, sebel ke suami."
"menghadapi omongan ibu mertua."
"nangis, marah, takut bayi mati. Empet & merasa jauh dg suami."
"nangis,  frustasi banget, si kecil gak mau bobo, berdua aja dirumah."
"stress , sakit kepala, anak makin bandel, persoalan dengan suami."
"akibat operasi, bangun tengah malem, bayi nangis melulu, gumoh."
"semua hal jadi tidak memuaskan, kesal, marah, pengen teriak."
"sebel dg suami, takut u/ ML mengganggu anak."
"aku minta dipulangin ke ortuku sambil nangis."
"nangis, stress bayi kuning,  masalah dg ibu."
"nangis, sensitif, masalah dg ibu."
"nangis, sedih, kesel dg suami."


APA & KENAPAPenyebabnya adalah  perubahan hormon, payudara yang membengkak dan menimbulkan sakit serta jahitan setelah melahirkan yang belum sembuh.
"bosan plus cape, kondisi ibu belum prima sudah harus ngurus ini itu sendiri. menghadapi si sulung, suami pulang malem dan kurangnya perhatian, slek sama mertua dll."
"capek, fisik belum pulih, stress menghadapi si sulung."
"kurang persiapan mental, sedih, perasaan salah melulu"
"Baby blues juga dikenal sebagai post partum syndrome. Dimana terjadi perubahan hormon si ibu, juga kelelahan pasca melahirkan."

Kesimpulan Penyebab terjadinya Baby Blues :1. Perubahan Hormon
2. Stress
3. ASI tidak keluar
4. Frustasi karena bayi tidak mau tidur, nangis dan gumoh
5. Kelelahan pasca melahirkan, dan sakitnya akibat operasi.
6. Suami yang tidak membantu, tidak mau mengerti perasaan istri maupun persoalan lainnya dengan suami.
7. Problem dengan Orangtua dan Mertua.
8. Takut kehilangan bayi.
9. Sendirian mengurus bayi, tidak ada yang membantu.
10. Takut untuk memulai hubungan suami istri (ML), anak akan terganggu.
11. Bayi sakit (Kuning, dll).
12. Rasa bosan si Ibu.
13. Problem dengan si Sulung.


BAGAIMANA MENANGANINYA
"minta suami bikinin kopi susu, makan, nonton tv trus, gendong anak pake kain sambil nyanyi2 plus ngomong ke anakku supaya tidur,"
"call my mom, ask her to come mungkin dengan adanya asisten kondisi si ibu bisa tertolong, at least siang hari ibu bisa istirahat cukup."
"suami2 wajib tahu problem ini."
"Prepare mental menghadapi si sulung."
"dukungan dari suami memang yang paling ampuh."
"suami mau aplusan kalau aku udah ngga tahan. Dan dia mau mandiin dan jemurin, aku tiduran sebentar. Dan untuk me-minimize kelelahan, aku biarin aja deh boros diapers. Daripada kecapean gontaganti popok, dan baby nya juga bisa tidur tenang ngga kebangun2 terus. Dengan demikian minumnya juga aku bisa jam-in per 3 jam sekali. Lumayan masih ada napas, tidur ayam sebentar."
"aku sering curhat sama temen2 yg baru pada ngelahirin juga."
"suami ngerti kondisi ibu, perhatian suami sangat menyenangkan hati dan benar-benar sangat membantu."
"ganti suasana, dengan bersosialisasi."
"suamiku nemenin aku dan bayiku, ganti2an gendong, mandiin, bantuan ibu, dukungan orang2 dekat, cuek dg komentar orang."

CARA MENANGANINYA : * Belajar tenang dengan menarik nafas panjang dan meditasi
* Tidurlah ketika bayi tidur
* Berolahraga ringan
* Ikhlas dan tulus dgn peran baru sebagi ibu
* Tidak perfeksionis dlm hal mengurusi bayi dll
* Bicarakan rasa cemas dan komunikasikan
* Bersikap fleksibel
* Kesempatan merawat bayi hanya datang 1 x
* Bergabung dengan kelompok ibu-ibu baru

http://www.dunia-ibu.org/html/baby_blues.html

Selasa, 16 Agustus 2011

Pengalaman Menakjubkan Melahirkan Secara Normal

Rafi Abgary Firmansyah
Rabiya Acquila Firmansyah
Bloggy, aku datang dengan berita bahagia nih .... 7 july 2011, kurang lebih satu bulan yang lalu, akhirnya rasa mules yang aku tunggu datang juga. Setelah adzan maghrib, aku merasakan ingin poop tapi kok nggak bisa, itu aku alamin berulang kali. Mamaku curiga ini satu tanda-tanda akan melahirkan. Akhirnya aku ditemani suami datang ke bidan yang dekat dengan rumah dan setelah diperiksa ternyata sudah pembukaan tiga, tanpa ada flek tanpa ada cairan ketuban... Saat itu juga seisi rumah sibuk membantu menyiapkan segala kebutuhanku di rumah sakit nanti, lalu lanjut berangkat ke rumah sakit. Di perjalanan, rasa mulas itu datang dan pergi, tapi belum sampai panas pinggang (katanya kalau pinggang terasa panas, berarti sudah dekat waktu melahirkan). Sampai di rumah sakit, rasa mulas semakin menggila, kurang lebih 5 menit sekali rasa mulas itu aku rasakan. Tak lupa aku meminta doa pada semua keluarga dan teman-teman baik lewat telfon, sms, facebok, dan blackberry massanger. Alhamdulillah, punya keluarga yang sangat care, mereka semua datang menemani aku. 

Tidak terasa sudah berganti hari, 8 july 2011 aku berjuang hidup dan mati disaksikan suamiku sendiri. Sempat dimarahi bidan karena ngedenku salah lah, kakiku kaku lah, y allah begitu beratnya perjuangan ini... tapi alhamdulillah, allah sangat baik, semua diperlancarNya, pukul 01.05 babyku lahir, perempuan dengan BB 2,5 kg panjangnya 46cm, Rabiya Acquila Firmansyah ratu cantikku. Lalu aku menunggu rasa mulas datang kembali, kali ini aku dibantu oleh suntik rangsang mulas. Pukul 01.20 lahir kembali baby lelakiku dengan BB 2,7 kg panjangnya 48 cm, Rafi Abgary Firmansyah raja gantengku. Alhamdulillah ya allah, perjuanganku sangat indah. Kemudian plasenta dan segala macam yang ada di perutku dikeluarkan, ini masih sakit juga. lalu aku pikir sudah selesai, ternyata suster masih melakukan sesuatu, kali ini mrs V ku dijahit. Ini sangat sangat sangat sakit, lebih sakit dari rasanya melahirkan. bersyukur, suamiku kuat menemani seluruh proses melahirkan. Diapun ikut menangis bahagia. allahuakbar, ternyata aku benar-benar mampu melahirkan secara normal, allahpun memudahkan semuanya, terimakasih untuk semua doa dari suami, keluarga dan teman-temanku. Semoga doa kalian dibalas oleh Allah, amiin..

baby twins   

Berakhir sudah perjuanganku selama hamil dan melahirkan. Dari merasakan pahit manisnya hamil trimester pertama sampai ketiga yang benar-benar berwarna. Sampai merasakan nikmatnya melahirkan secara normal. Sekarang aku bisa merasakan apa yang mamaku rasakan dulu, bertambahlah rasa sayangku terhadapnya. Ini kado, hadiah untuk kalian semua, orang-orang tersayangku. Tetapi masih ada tanggungjawab dan kewajiban aku sebagai ibu, untuk mengurus mereka, membimbing mereka hingga menjadi orang yang sukses. Jadi anak kebanggaan ayah dan bunda ya sayang, shaleh shalehah, berguna untuk keluarga agama dan bangsa yaa, raja dan ratuku ........

si kembar

Rabu, 15 Juni 2011

33 minggu, siap normal ?!!

Bismillah .. Aku siap melahirkan raja dan ratuku secara normal .. Begitu banyak dukungan yang datang menyemangati aku, meyakinkan aku bahwa aku pasti bisa melahirkan si kembarku secara normal. Kenapa aku harus ragu dan tidak yakin ??! Rasa takut itu memang ada dan selalu menghampiri, tapi kalau bukan diriku sendiri yang menghilangkan rasa takut itu, siapa lagi ?!

USG minggu ini, posisi babiesku berubah lagi. Yang sebelah kiri tetap pada posisinya (kepala dibawah, siap tempur katanya..) . Sedangkan yang sebelah kanan, ia berubah posisi menjadi agak menyamping (bukan sungsang), katanya seolah olah mengalah, mempersilahkan baby yang kiri untuk lahir terlebih dahulu. Subhanallah yaa, ukuran anggota badan mereka normal, plasenta bagus, dan ukuran babies nggak terlalu besar. Jadi benar-benar harus dicoba untuk melahirkan secara normal. Begitu kata dokterku. Satu lagi, untuk kasus bayi kembar, biasanya nggak usah menunggu 9 bulan. Kira-kira 2 mingguan lagi, rasa mulas itu akan aku rasakan. Bismillah ya Allah, mohon dilancarkan segalanya. Amiin...

Jumat, 03 Juni 2011

Normal vs Operasi Saecar ?!!



Haiiiii bloggy, usia kehamilanku udah masuk 31 minggu (hampir 8 bulan). Aku kan beberapa kali kontrol di dua dokter yang berbeda nih. Dokterku yang satu (Dr. Dedy Meizia, Sp.Og) bilang : "lebih aman dicesar aja, selain anak pertama, babynya kembar, dan tensi darah seringnya rendah.." Aku sih oke oke aja, selama itu baik untuk keselamatan aku dan baby kembarku. Urusan sakit bekas operasi sih belakangan deh. Lagian aku juga mikir, aku tau kondisi badan aku cepet lemes, gimana sanggup aku lahiran normal? Bayangin, aku harus ngerasain mules-mules (yang orang bilang tuh mulesnya ngga cuma sejam-dua jam), terus harus lanjut berjuang lagi ngedorong mereka untuk keluar... Malah sempet kepikir untuk secepatnya dicesar, karena badanku juga udah ngga tahan dengan kondisi ini. Semua serba sakit, serba ngga enak, serba dikeluhin. Kasihan suamiku yang terus-terusan denger keluhan aku, hapus air mata aku, nenangin aku, mungkin di hatinya juga udah capek lihat kondisi aku.

Sementara itu, dokterku yang satunya lagi (Dr. M. Harun, Sp.Og) bilang : "posisi baby kembar dan plasentanya bagus, sayang kalau harus ambil tindakan operasi" .. Allahuakbar, keluar dari ruangannya aku langsung gemetaran, perjalanan pulangpun aku nangis karena aku ngga yakin bisa normal kayak apa yang dokter saranin. Ini dua loh babynya, kalo satu mungkin aku bisa aja ngeyakinin diri kalo aku sanggup lahiran normal.Waaaaa, jadi ngga ingin cepet-cepet lahiran.. Ngga siap ya Allah untuk normal!!!!

Babiesku, bundanya dilema nih sayang.. Suami, keluarga, dan teman-teman deket sih support aku pasti bisa normal. Mereka bilang, apa yang aku bayangkan ngga akan seseram itu. Aku bener-bener harus punya keyakinan diri untuk bisa!

Sabtu, 30 April 2011

Trimester ketiga, perjuangan masih berlanjut....

ALHAMDULILLAH ..
Dua trimester kehamilan sudah aku lewati dengan cukup lancar, diiringi doa dan dukungan dari diri sendiri juga suami serta keluarga dan teman-teman tercinta. Banyak orang bilang : "loh, udah trimester tiga?? ngga kerasa yaa..." Hmm boro-boro ngga kerasa, buat aku yang menjalani semuanya sih kerasa banget 7 bulan ini adalah perjuangan terberat dalam hidup aku. Kalah deh perjuangan belajar keras waktu mau ikutan Ujian Negara. Kalah juga perjuangan aku melawan rasa takut sama kompor dan api. Bener-bener kehamilan ini adalah pengalaman terindah sekaligus terberat dalam hidup aku selama 23 tahun ini. Tapi, jangan seneng dulu karena dua bulanan lagi aku masih harus berjuang keras untuk melahirkan kedua buah hati aku ini. Bismillah....

Ekspresi gembira yang berlebihan waktu tahu "positif", nangis karena mual dan muntah, nolak minum susu hamil, susah bernafas, malas-malasan, ngerepotin suami dan keluarga sudah aku rasakan di trimester pertama. Trimester kedua, perlahan-lahan membaik walaupun mual dan muntah masih berlanjut sampai aku ketergantungan obat dari dokterku dan walaupun masih ogah minum susu hamil. Alhamdulillah juga kami bisa syukuran 4 bulanan, yang katanya wajib untuk mensyukuri adanya ruh di perutku ini. Tapi di trimester ini, rasa malas sudah berkurang. Yang lebih mengasyikan lagi, baby di perut udah bergerak aktif. Subhanallah banget, bisa ngerasain yang kata orang sih "itu tendangannya baby di dalam perut".  Dan di trimester ketiga ini, woowww... mereka semakin aktif bergerak di perutku. Katanya juga harus banyak diajak ngobrol sama bunda dan ayahnya. Jenis kelamin mereka pun sudah kita ketahui, yaa walaupun prediksi dokter belum tentu bener. Tapi mudah-mudahan Allah nunjukin kebenaran itu lewat dokter. Senengggggg banget waktu mulai bisa belanja keperluan baby, sebelumnya kan masih pamali (kata orang-orang jugaaa..).


Untuk nama juga banyak banget pilihan nama yang indah dan bagus, bikin kita jadi bingung nentuin nama kepanjangannya. Hmmmm ... lets c!!

Jumat, 11 Februari 2011

Krisis Percaya Diri Saat Kehamilan

Curahan hati ini masih kelanjutan dari posting saya yg sebelumnya : "aku masih cantik ngga sih di matanya??"..
Yaaa.. Saya bisa memastikan bahwa saya sedang mengalami krisis percaya diri.. Disaat seperti ini, saya butuh dukungan dan perhatian suami. Saya butuh itu, bkn sikap sikap yg membuat saya malah bertanya tanya.. Bagaimana bisa berpikir positif kalau dia mencurigakan, dan tidak seperti biasanya. Ditambah rasa sakit yang saya rasakan disaat kehamilan.. Dipikiran ini hanya ada firasat : apa karena badanku yang tidak seperti dulu lagi,maka dari itu dia berubah?? Apa karena saya sama sekali tidak pernah bersolek seperti dulu???? Hmmmft capek juga kalau berpikiran negatif, tapi mungkin wajar saya mempunyai pikiran seperti itu disaat sensitifitas sedang meningkat begini.. Yahh mudah mudahan hanya pikiran negatif yang sesaat..

Apa sih penyebab rasa sensitif ini tinggi disaat kehamilan??? Apa semua perempuan yang hamil juga merasakan ini???

Senin, 07 Februari 2011

Baru Bulan Depan SI KEMBAR bisa Ketahuan Jenis Kelaminnya ..


Dear ...

Senengnya udah lewatin trimester pertama ini, tapi ngga boleh lega dulu sih, soalnya masih ada trimester kedua dan ketiga yang jalannya masih sangaaaat panjang. USG kali ini, aku dan suami bisa lihat dengan jelas tulang2 rusuknya, tulang tungkainya, dan jari-jarinya yang bergerak perlahan. "Lucunya si kembar dirahimku ini,, cepet besar dan cepet lahir doooong....". Sayangnya, di usia ini belum bisa dilihat jenis kelaminnya, aku penasaran banget deh : cowok-cowok, cewek-cewek, atau cewek-cowok yaa??! Apapun, yang penting mereka berdua lahir dengan sempurna, sehat, dan selamet. Aku udah ngga sabar juga untuk belanja perlengkapan mereka, katanya kalo belanja sekarang masih pamali yaa? 

Terus, aku baru tau deh, kalo di trimester kedua ini ibu hamil ngga boleh tidur terlentang. Padahal itu udah jadi kebiasaan aku kalo tidur. Soalnya kalo tidur miring ke kanan atau ke kiri, rasanya ngilu dan malah kasian ke babynya takut kesakitan. Tapi setelah tau posisi tidur yang bener untuk trimester kedua ini, aku coba deh tidur dengan posisi miring (walaupun sakit, tapi demi mereka deh...)



Mual sama muntah sebenernya udah ngga parah, itu juga kalo bangun tidur langsung minum obat mual dari dokter. Wah kalo tanpa obat itu, aku pasti mual n muntah2 terus tuh. Takutnya sih ketergantungan obat itu yaa, tapi gimana lagi, daripada seharian mual n muntah, ngga bisa beraktifitas, kepaksa deh minum terus obat itu.


Satu doa penting yang aku panjatkan, aku ingin si kembar ini lahir sehat dan sempurna keduanya. Keturunan kembar ini aku dapet dari keluarga suamiku, dan rata rata yang bertahan hidup cuma satu. Mudah-mudahan bayi-bayiku selamet sempurna dan sehat Ya Allah....

Senin, 03 Januari 2011

"AKU MASIH CANTIK NGGA SIH DIMATA DIA?!"

Akhir akhir ini, aku ngerasain ketidakPDan yang berlebihan loh, apalagi kalo lewat depan kaca. Hmmmmm rasanya aku kok ngga kayak dulu sih?!! Pipiku yang chubby serasa ngga berbentuk, entahlah apa namanya. Perut sih udah jelas membesar, yaa itu sih wajar. Badan serasa berat, apalagi kalo abis duduk lama tuh mau berdiri aja kayak bawa beban beraaaaaaaaaaat banget. Rambut udah ngga bermodel, abis keramas dibiarin kering gitu aja tanpa disisir n dikasih vitamin seperti biasanya (huftt kenapa jadi semales ini sih ngerawat diri!!). Semua serba MALES.. Belom lagi perubahan-perubahan bentuk fisik yang lain yang ngga bisa aku sebutin disini (huhuuuuu *nangis..*)

Dan yang lebih menakutkan lagi, "AKU MASIH CANTIK NGGA SIH DIMATA DIA?!!"... Ini yang paling aku takutin. Apalagi aku pernah denger keluhan dari beberapa temen aku nih. Suami temen aku itu katanya bisa tergoda perempuan lain disaat dia lagi hamil tua. Ya, katanya sih disaat hamil tua emang banyak godaannya. Hiks hiks hiks.. Berharap suamiku ngga gitu ah, masa iya tega istrinya lagi ngerasain susah, dia malah ngelakuin sesuatu yang ngga bener?! Naudzubillahimindzalik deh.. Harus percaya suamiku yang terbaik, ngga mungkin seberengsek suaminya temenku itu. Aku pengen kembali sePD dulu, apa iya semua ibu hamil ngerasain kaya gini yaa?!! Kok kayaknya aku doang yang paling menderita?!! Huuuhuuu ...


Sabtu, 01 Januari 2011

Welcome 2011


"Happy New Year .. !!! Semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya .. " Basi banget yaa, se-basi malam pergantian tahun yang aku lewatin tahun ini..

Tahun lalu masih bisa ngabisin tahun bareng suami dan keluarga ,, Tapi menuju 2011 ini rasanya hambar . Aku memang berada di tengah keluarga, tapi suamiku kebagian piket tahun baru, mungkin itu yang membuat hambar yaa. Masalahnya, aku hanya bisa berbagi rasa dengan dia, dia yang mengerti yang aku rasain ini, terlebih disaat aku berbadan tiga... Aku bahkan sama sekali ngga menikmati pergantian tahun ini. Mentang-mentang ibu hamil, aku hanya menghabiskan malam tadi dengan tidur aja (zzzzzzzz..). Sebelum tidur pulas, aku hanya mendengar bunyi-bunyian terompet dan beberapa petasan. Tiba-tiba hari udah pagi aja, udah ada beberapa sms ucapan tahun baru. Ngga aku balas semuanya itu, karena aku ngga merasakan pergantian tahun ini secara wah. So Sorry ...

Yang pasti 2011 ini, aku bakal punya status baru sebagai ibu. Waow, mulia banget ya status baru itu. Mudah-mudahan semuanya dilancarin, amin .... Apa rasanya melahirkan ?? Sama sekali belum terbayang, biar surprise aja lah yaa .. Apa rasanya nanti setelah lihat anakku lahir ?? Apa rasanya bangun tengah malem nanti ?? Bakal banyak banget perasaan-perasaan baru yang aku rasain di tahun ini. 


Jumat, 03 Desember 2010

Thanks Allah

13 nop 2010 .. AKU HAMIL ??!

Biasanya tanggal segini tuh lagi nangis-nangis karena sakit bulanan. Tapi kok udah satu minggu lebih tamunya ngga dateng-dateng?? Suamiku malah kegirangan terus kekeuh pengen beli testpack. Berhari-hari aku tahan keinginannya itu, karena kalo ngetes secepet ini, takutnya gagal seperti bulan-bulan yang lalu. Aku ngga tega lihat wajah kecewanya kalo hasil tesnya negatif lagi. Tapi yaa akhirnya (karena penasaran juga), aku ijinin dia beli alat tes itu, terus dia suruh aku cepet-cepet ke WC, pengen cepet tahu hasilnya. Tapi aku bilang : "dengan satu syarat, kalo negatif lagi jangan nunjukin wajah kecewa di depan aku!". "Deal.." katanya..

Begitu aku keluar dari WC, dia pegang erat-erat itu alat tes, sementara aku pura-pura cuek padahal deg-deg-an juga. Ngga lama, dia samperin dan peluk aku sambil bilang : "Selamet yaa kamu bener-bener mau jadi ibu.." Heee, aku cuma bisa ketawa karena masih ngga percaya. Aku lihat baik-baik hasil testnya, yaa emang bener ada dua garis merah disitu. Untuk memastikan keraguan kita berdua, akhirnya sementara kita ke bidan deket rumah dulu. Hasilnya ? Alhamdulillah, di rahim aku emang bener-bener ada janinnya.

Ngga lupa kita kasih kabar ke mama papa dan semua keluarga sambil bawa hasil test itu. Yang paling girang denger ini ya mamaku, satu setengah tahun dia nunggu kepengen punya cucu...

18 nop 2010 .. 2 Kantung ??

Perut sebelah kanan kok sakit terus yaa? Suamiku juga panik, takutnya ada apa-apa sama janin yang baru beberapa minggu ini. Akhirnya aku pilih salah satu specialis kandungan dari sekian banyak masukan dari beberapa temen-temenku. Terus, aku konsultasi, bla bla bla. Dr. Dedi Meiza langsung USG aku untuk mastiin takutnya ada gejala usus buntu. Tapi diluar dugaan, dokternya bilang : "Ada turunan kembar yaa? Ini kantung janinnya ada dua loh, kemungkinan babynya juga kembar.." Aku dan suami saling tatap, ngga percaya sama keajaiban ini. Tapi memang dari suamiku ada keturunan kembar juga, jadi harusnya ngga aneh.. Yang bikin bengong tuh, Allah bener-bener udah ngatur semuanya. Aku lama banget nunggu kedatengan anugerah ini, pas dikasih malah langsung dua. Subhanallah.. Ini hasil USG pertama, yang hitam itu kantung janinnya, satu vertical, satunya lagi horizontal. :))



22 nop 2010 MUAL !!

Setiap hari aku lewatin dengan keluhan. Gimana yaa, aku sama sekali ngga nyangka kehamilan ini bakal serepot ini. Aku ngga bisa beraktifitas seperti biasanya, pengennya tiduran, makan susah, yang ada muallll mulu. Huftt !! Calon ibu macam apa aku ini, banyak ngeluhnya!! Cengeng !! Ini emang bukan perjalanan yang mudah, tapi aku harus bertahan, aku lagi berjuang ....

02 des 2010 USG part II

Perkembangannya  cepat juga yaa, ngga kebayang bisa denger detak jantungnya secepet ini. Hihii seru ya kalian berdua di dalem sana .... Berharap keduanya sempurna dan sehat selalu. Aminnn ya Allah.. Ini foto USG ke dua.. Tuh kantungnya udah jelas ada janinnya kan ??!

Minggu, 10 Oktober 2010

doa untuk papa ..

setahuku..
doa seorang anak yang mendoakan orangtuanya, akan didengar dan dikabulkan-Nya.
untuk itu, aku harap doaku ini didengar dan terkabul.
doa untuk kesembuhan papa yang selalu aku ucap ketika aku menghadapMu...
sakit rasanya, saat mendengarnya dalam kondisi ini.
walaupun aku tidak pernah bisa menunjukkan rasa sakit itu, tapi disini aku menangis untuknya.
seandainya bisa, biarkan aku yang rasakan itu, pap..

berikan keajaibanMu, hilangkan sakitnya ya Allah.
aku ingin ia sehat kembali.
aku ingin terus melihatnya bisa bekerja tanpa sakit yang ia rasa.
aku ingin terus melihatnya tersenyum.
aku ingin ia selalu ada untukku, untuk kami...

Sabtu, 25 September 2010

berumah tangga, bukanlah suatu perjalan yang mudah




berumah tangga, bukanlah suatu perjalanan yang mudah
kehidupan di tahap ini memang indah, bagaimana tidak?
selalu ada seseorang didekat kita, selalu ada yang menilai baik buruk kita, selalu ada yang mendampingi kita, dan masih banyak keindahan lainnya disini.
seperti yang kurasakan selama lebih dari setahun ini.

namun ternyata, ujian pun lebih banyak.
sedih? ya, aku sedih melewati ujian ini.
rasanya ingin terus menangisinya.
namun, jika hanya ditangisi, aku tidak akan bisa melakukan pekerjaan lainnya.
hmmmm, anggap saja Tuhan semakin menyayangiku lewat ujian ini
aku yakin, ada rencana lain dariNya, ada kejutan indah dariNya.
dan untuk apa terus ditangisi, aku masih memiliki dia, suamiku.
dan akupun masih memiliki kedua orangtua yang amat mengerti aku.

pada kesempatan ini, aku ingin berucap .. 
aku sayang kalian, mama dan papaku..
begitu banyak hal, pikiran, tenaga dan waktu yang kalian berikan dan tak kan pernah bisa kubalas.
aku tumbuh seperti ini karena kalian.
maaf, sampai detik ini aku masih terus merepotkan.

Jumat, 24 September 2010

bangganya memiliki dia

bangganya memiliki dia ..

disaat aku tidak berdaya melakukan pekerjaanku di rumah, tanpa pamrih dan tanpa diminta, ia rela menggantikan aku mengerjakan pekerjaan rumahku sebagai istrinya.

tak tega rasanya, karena itu semua seharusnya kewajibanku.
maaf, bukan mau aku dalam kondisi seperti ini.
aku butuh doamu untuk kesembuhan aku seperti semula.

terimakasih untuk pengertiannya, sayang..

Senin, 20 September 2010

adakah sesuatu yang tidak aku ketahui ??!


aku sudah berusaha untuk selalu memberi kepercayaan
aku perlahan-lahan belajar menjadi yang kau ingin
aku selalu dan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu
tiada imbalan lainnya yang ku ingin, jangan pernah pergi dari hatiku

aku pikir, akulah satu-satunya wanita yang paling bahagia karena memiliki seorang sepertimu.
tak pernah kau lupa untuk mengucapkan kata cinta, di pagi hari saat kau membuka mata, juga di malam hari saat kau akan menutup mata.
tak pernah lelah kau mencari rejeki diluar sana, demi aku.
tak pernah letih kau mengajari aku sesuatu yang indah.
namun, saat aku lihat ada yang berbeda di dirimu, hati ini sakit dan rasanya ingin menjauh.
tak ingin semua yang telah kupersembahkan ini menjadi sia-sia..

adakah sesuatu yang tidak aku ketahui ??!

Kamis, 16 September 2010

Bersama kamu, bagaikan berharap MEMELUK BULAN




“Mas, hot chocolatenya satu ya..” pesan lelaki yang baru saja melangkahkan kakinya memasuki café ini pada seorang pramusaji. Kemudian ia melangkah kembali menuju meja yang biasa ia tempati.

Sembari menunggu pesanannya datang, Raditya Adiwilaga, begitulah nama lengkapnya, mengotak-atik ponselnya. Setelah beberapa menit menunggu, pelayan wanitapun terlihat datang membawa secangkir pesanannya. Iapun menghentikan segala kegiatannya untuk bersiap-siap menikmati hot chocolatenya.

“Loh loh, kok ke meja sebelah sana sih?” ujarnya dalam hati, sedikit berdecak kesal, kemudian melanjutkan mengoprek ponselnya.
“Makasih ya, Mbak..” ucap seorang wanita di meja seberang yang baru saja menerima secangkir pesanannya.

Lelaki ini berdiri dari kursinya setelah mendengar suara itu. “Suara itu…” ucapnya dalam hati. “Gue ngga asing dengan suara itu!” lanjutnya yakin. “Apa mungkin??” sambungnya masih penasaran. Kemudian untuk menjawab rasa penasarannya itu, ia lalu berjalan menuju toilet. Ia pikir, mungkin dari arah sana bisa terlihat wajah wanita itu.

Dari kejauhan, ia memperhatikan wanita yang sedang menikmati minuman pesanannya seraya mengotak-atik laptop di atas mejanya itu. “Serius banget nih cewek, lagi ngetik apaan sih jam istirahat kayak gini?” tanyanya dalam hati sembari terus memperhatikan gerak gerik wanita ini. “Tapi siapa dia, kok gue ngga asing sama suaranya yaa?” lanjutnya sedikit kesal karena kesulitan untuk melihat dengan jelas wajah wanita yang berada di balik layar komputer genggamnya itu.

Setelah lama menunggu, akhirnya rasa penasarannya terjawab sudah. Ia puas ketika wanita itu menutup laptopnya, beranjak dari tempat duduknya, dan meninggalkan café ini. Ia terkejut, “Dia bener-bener putri gue!!!” ucapnya sembari terus menatap wanita yang semakin menjauh dari penglihatannya. Namun sesaat ia lalu tersadar, “Kenapa ngga gue kejar ya? Bodoh banget sih gue!!!” ucapnya yang kemudian sedikit berlari ke luar café.  Namun nihil, wanita itu sudah tidak terlihat lagi. “Huhh ilang lagi deh kesempatan gue, dasar Radit bego!!!” keluhnya lagi. Lalu ia menghampiri petugas kasir untuk sedikit mencari informasi.

“Mbak, cewek yang baru keluar tadi, apa sering mampir kesini?” tanyanya dengan nada tergesa-gesa.
“Yang barusan, Mas?” jawab petugas kasir.
“Iya bener, yang barusan banget itu…” jawabnya yakin.
“Setahu saya sering banget, Mas. Bahkan hampir setiap hari mbak yang tadi itu makan siang disini, atau sekedar ngopi disini…” lanjut petugas kasir.

Ia lalu tersenyum, “Oke, kalo gitu gue masih punya kesempatan untuk ketemu dia lagi..” ucapnya dalam hati. “Thank you ya, Mbak. Oia, Hot chocolate yang saya pesen tadi belum sempet diminum, tapi saya bayar kok..” ucapnya sambil menyodorkan uang lima puluh ribuan. “Kembaliannya ambil aja..” lanjutnya yang kemudian segera meninggalkan café itu untuk segera kembali ke kantor.

Ketika sampai di ruangan kerjanya, Nita, kekasihnya sudah standbye menunggu. “Kamu kok disini, bikin kaget aku aja tau ngga!!” ucapnya sedikit sinis sembari terus berjalan ke arah meja kerjanya.

“Loh, sayang, aku kan udah sms kamu sebelumnya. Aku bilang ,aku mau mampir ke kantor kamu. Tapi kamu
ngga jawab sms aku..” jelas Nita perlahan lahan.
“Terus kenapa ngga telfon?” tanyanya singkat sembari membuka laptop di meja kerjanya. “Pulang kuliah tuh langsung pulang ke rumah. Ngapain juga kesini, kamu kan tau aku tuh kerja. Kalo ada kamu disini, aku bisa keganggu..”  lanjutnya sembari menandatangani beberapa berkas.
“Ya udah, maafin aku ya sayang. Aku ngga maksud untuk ganggu kamu kok..” ucap wanita berkerudung ini sembari mengambil tas tangannya yang ia letakkan di sofa. “Aku pulang ya, kamu hati-hati beib..” lanjutnya sembari memberikan kecupan di kening pria yang sudah dua tahun ini bersamanya.

Beberapa saat setelah Nita pergi dari ruangannya, ia kemudian mengingat kembali kejadian di café yang baru saja ia alami. “Besok, gue harus ke tempat itu lagi..” ucapnya sembari menyandarkan badannya pada kursi di balik meja kerjanya kemudian menarik nafas panjang.
***

Keesokan harinya, ia sudah standbye di café dari jam sepuluh pagi, tepat dengan dibukanya café ini. Tetapi nihil, sama sekali tidak terlihat sosok wanita yang ia tunggu itu. Begitu juga dengan hari-hari selanjutnya, dan harapannya hampir putus.  Urusan kantor di nomor duakan, meeting selalu di tunda, apalagi Nita hampir tidak ia pikirkan.

Minggu selanjutnya, Nita meminta Radit menjemputnya di kampus, karena sudah cukup lama ia tidak merasakan sosok Radit yang dulu. “Ngga bisa, Ta. Aku ada meeting abis jam istirahat ini. Kamu ngerti kan?” itulah jawaban dari Radit. Nita, sosok wanita yang penyabar. Tak pernah ia menuntut suatu apapun dari lelakinya ini. Selama dua tahun ia mempelajari keseluruhan isi dari Radit, baru kali ini ia merasakan ada suatu hal yang begitu mengganggu hubungan mereka. Setelah cukup lama ia merenung di taman kampus, iapun melangkahkan kakinya untuk segera pulang ke rumahnya. “Hufft.. Ada apa ini?!” keluhnya sembari terus melangkahkan kakinya.
***

Di satu sisi, Radit ingat betul dan menyadari bahwa yang berada dibelakang kesuksesannya adalah Nita. Namun di lain sisi, Radit merasa harus menemukan Puterinya yang sempat hilang. “Maafin aku, Ta. Berulang kali aku bohongin kamu, tapi aku harus cari dia lagi..” ucapnya dalam hati. Radit segera keluar ruangannya, memberikan sedikit pesan pada sekretarisnya, dan kemudian bergegas melajukan mobilnya menuju tempat biasa.

Dua jam setengah ia menunggu. Karena waktu meeting sudah di depan mata, ia berniat meninggalkan tempat ini. Namun, ketika ia hendak melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, muncul sosok wanita yang telah ditunggunya berminggu-minggu itu. Ia lalu kembali duduk dan menikmati keindahan sosok wajah wanita itu dari kejauhan sambil bersembunyi dibalik laptop yang ia bawa. Ia juga memanggil salah satu pelayan untuk memberikan sebuah hadiah kecil yang telah ia siapkan sejak jauh jauh hari untuk wanita impiannya itu. “Tolong ya, Mas, jangan sampai dia tahu darimana asal bingkisan ini..” pintanya pada pelayan itu sembari memberikan sedikit tip sebagai imbalannya.

Kemudian ia kembali memperhatikan wanita itu dari balik laptopnya. Setelah menerima bingkisannya, wanita itu memang terlihat bingung dan penasaran. Tetapi ia tidak lalu membukanya, ia melanjutkan pekerjaan di laptopnya sembari menikmati minuman pesanannya. Radit sedikit kecewa wanita itu tidak bereaksi sedikitpun.

Tidak lama kemudian, wanita itu terlihat akan meninggalkan café ini. Ia menutup laptopnya, memasukkan dalam tas laptopnya, dan segera menuju kasir. “Sialan, bingkisan gue ditinggal gitu aja!!” ucapnya sembari berjalan menuju meja yang ditempati wanita itu. Lalu saat ia menyentuh bingkisan tersebut, terdengar lagi suara itu. “Maaf Mas, itu punya saya..” ucapnya lembut. “Tadi saya duduk disini, barang saya itu ketinggalan..” lanjut wanita itu.

((Hari telah berganti, tak bisa kuhindari, tibalah saat ini bertemu dengannya. Jantungku berdegup cepat, kaki bergetar hebat. Akankah aku ulangi merusak harinya. Tuhan, untuk kali ini saja, beri aku kekuatan untuk menatap matanya. Mohon Tuhan, untuk kali ini saja, lancarkanlah hariku, hariku bersamanya. “Hari Bersamanya by Sheila On 7))

Radit hanya menikmati aroma parfum wanita itu, ia tidak memiliki keberanian untuk menunjukkan wajahnya dengan berbalik ke arah wanita itu. Dengan masih membalikkan badannya, Radit menyimpan lagi bingkisan tersebut di atas meja dan segera keluar untuk bersembunyi di dalam mobilnya. “Ya ampun, padahal itu kesempatan besar buat gue..” gerutunya kesal. “Kenapa gue malah ngga ada nyali sama sekali?” lanjutnya sembari menutup pintu mobilnya dengan tenaga yang tidak biasa.
***

“Ya Ta, tumben loe nelfon gue, ada apa?” jawab Kancil, sahabat Radit saat menjawab telepon dari kekasih sahabatnya ini.
“Ada yang mau gue tanyain sama loe..” singkatnya.
“Tanya apa? Radit lagi ngga bareng gue kok..” lanjut Kancil.
“Bukan itu, loe ada waktu ngga? Gue mau nanya banyak sama loe..” sambung Nita dengan nada bicara yang semakin melemah.
“Oke, gue lagi di kantor. Kalo loe dateng kesini gimana, Ta?!”
“Oke, sampe ketemu ya, thank you sebelumnya..” lanjutnya menutup perbincangan.

Pada jam yang ditentukan, Nitapun sampai di ruangan kerja sahabat kekasihnya ini. Ia menceritakan apa yang sedang ia rasakan saat ini. “Gue ke kantornya dilarang mulu. Sekretarisnya selalu bilang Radit ngga ada di tempat, padahal Radit bilang ada meeting di kantor..” ucap Nita memulai perbincangan. Kancil iba mendengarnya, ia pun tak tega melihat mata wanita dihadapannya ini mulai berkaca-kaca. “Loe kan sahabatnya, Cil, loe juga tau sikap dan sifat dia jauh sebelum gue kenal dia. Gue harap loe bisa cari tau apa yang terjadi sama Radit akhir-akhir ini. Gue ngerasa Radit balik lagi kaya dulu disaat awal-awal gue kenal dia..” ungkapnya panjang lebar. “Sikap dinginnya muncul lagi, sering ngelamun, sering ngambek tiba-tiba. Gue juga ngga tau apa salah gue..” sambungnya sembari meneteskan air mata.

Kancil sangat tidak tega melihat Nita menangis karena ulah sahabatnya. Ia lalu memeluk wanita ini, dan berusaha menenangkannya. “Oke, gue pasti bantu loe..” singkatnya yang kemudian melepas pelukannya dan lalu mengambil kotak tissue pada meja kerjanya. “Tapi ada hadiahnya dong buat gue?” ucap Kancil sedikit berjokes sembari memberikan beberapa lembar tissue. “Nahhh gitu dong senyum...” sambungnya. “Tenang aja ya, gue pasti cari tau buat loe” lanjutnya lagi.

Setelah hatinya cukup tenang, Nita berpamitan pada Kancil. “Thanks banget ya loe mau denger keluhan gue..” ucapnya.  Kancil mengantarkan sampai depan kantor, “U’re welcome.. Sorry ngga bisa nganter, gue masih banyak kerjaan..” jawabnya. “Kasian banget sih loe, Ta. Cewek sebaik loe harus ngerasain cinta yang ngga seutuhnya..” lanjut Kancil dalam hati setelah Nita pergi dari hadapannya. “Hmmft..” sambungnya menarik nafas panjang. “Coba dulu loe sama gue, ngga bakal loe ngerasain kayak gini!” lanjutnya lagi yang kemudian berjalan kembali ke ruangan kerjanya.

Sembari melanjutkan beberapa pekerjaannya, Kancil terus memikirkan masalah Nita dan sahabatnya. Sejenak ia hentikan pekerjaannya, “Kenapa si Radit jadi gini ya?” ucapnya sembari duduk santai di sofa. “Masak sih tiba-tiba sifatnya yang dulu muncul lagi? Ini pasti ada sebabnya nih!” lanjutnya sedikit menebak. “Terakhir dia cerita tuh ya tentang Nita, dia bilang mau belajar mencintai Nita..” sambungnya sembari mengingat-ingat pembicarannya bersama Radit beberapa bulan yang lalu. “Radit Radit, kenapa loe harus nyakitin perasaan cewek yang jelas-jelas sayang sama loe sih!!!!” lanjutnya lagi.
***

Sebagai seorang yang sebenarnya mencintai sosok Nita, Kancil berusaha mencari tahu sebab berubahnya Radit akhir-akhir ini sesuai yang diceritakan wanita itu. Dengan berbagai bujukan, Kancilpun berhasil meminta waktu Radit untuk berbincang-bincang sejenak. Lelaki berkulit hitam manis ini, cukup lama menunggu sahabatnya itu datang menepati janjinya.

“Hmmm bos besar sibuk nih..” sindir Kancil pada sahabatnya yang baru saja menghampirinya sembari berjabat tangan dan berpelukan.
“Sorry banget bro, bukan mau gue kayak gini..” jawabnya yang kemudian duduk di hadapan lelaki yang menjadi sahabatnya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas ini. Setelah meneguk minuman yang dipesan dan setelah cukup lama berbincang hal yang tidak terlalu penting, Kancilpun memulai membicarakan tujuannya mengajak Radith untuk bertemu.
“Loe dari awal tau tentang perasaan gue ke Nita. Tapi gue rela ngelepas dia buat loe, sahabat gue. Terus, kenapa sekarang loe sia-siain dia?!” Kancil terus menyampaikan apa yang dirasakan Nita. “Ada apa!?” lanjutnya lagi.
“Kalo loe ngajak gue kesini cuma untuk introgasi gue, gue masih banyak kerjaan yang lebih penting!!” jawab Radit kesal sembari berdiri dari kursinya untuk meninggalkan Kancil.
“Dit!!” Kancil menghentikan niat Radit untuk pergi. “Ada apa, gue cuma ingin tau ada apa sama loe?!” sambungnya. Raditpun kembali duduk di kursinya. “Just it!!” lanjut Kancil lagi memohon agar Radit memberikan sedikit penjelasannya.
“Oke..” singkat Radit mengehela nafas panjang. “Ratu…..” lanjutnya memberikan sedikit clue. Kancil mengerutkan dahinya, sedikit terkejut mendengar  sahabatnya mengucapkan nama wanita itu lagi. Beberapa tahun belakangan ini, semenjak Radit memutuskan untuk membina hubungan serius dengan Nita, ia tidak pernah lagi mendengar sahabatnya ini menyebut nama Ratu yang memang tidak sempat tahu akan perasan sahabatnya itu. “Gue ketemu dia lagi, dan tanpa gue rencanakan, perasaan itu muncul lagi. Menurut loe apa ini salah gue?!” sambungnya menerangkan maksudnya.
“Jadi..” ucap Kancil masih terkejut.
“Ya, ini yang bikin gue berubah seperti apa yang Nita bilang sama loe!” lanjutnya tegas.
“Tapi apa gini caranya?!” tanya Kancil lagi.
“Loe tahu berapa lama gue nyimpen perasaan ini, loe tahu gue lemah didepan dia, dari dulu loe tahu kan ?!!” Radit membela diri.

Cukup lama Radit menjelaskan akan perasaannya saat ini. Kesimpulannya, Radit sedang mengalami dilema yang cukup berat. Sebagai sahabat, Kancil mengerti akan perubahannya akhir-akhir ini, iapun sangat memaklumi perasaannya pada Ratu yang tidak pernah kesampaian hingga saat ini.
***

Sesuai saran sahabatnya, hari ini Radit menemui kekasihnya di coffeshoop biasanya. Di satu sisi, ia ingin mengembalikan dirinya seperti semula dihadapan wanita ini. Namun di sisi lain, bayangan Ratu selalu hadir. Bahkan, wanita yang sedang duduk di meja yang biasa ditempati oleh Ratupun ia anggap sebagai Ratu, wanita yang selama ini hanya impiannya. Namun lamunannya itu hilang ketika Nita menyadarkannya.

“Radit..” ucapnya lembut sembari memastikan keadaan kekasihnya ini baik-baik saja.
“Eh sorry..” jawabnya sembari tersenyum.
“Ada yang mau kamu omongin?!” tanya Nita memberi kesempatan.
“Apa gue jujur aja yaa?” ucapnya dalam hati ketika menyadari ini kesempatan yang baik untuk mengakui perasaannya.

           Ketika Radit masih terus berpikir, tiba-tiba seorang wanita menghampiri meja yang ia tempati bersama kekasihnya. “Radit..” sapa wanita itu. Radit kemudian melihat ke arah wanita yang berdiri tepat disampingnya. Dengan refleksnya, iapun berdiri dari duduknya, ia terkejut dan terpana. “Hei..” lanjut wanita dihadapannya ini. “Apa kabar, Dit..” sambungnya sembari mengulurkan tangannya.
“Baik..” singkatnya masih terpana, sembari membalas uluran tangannya. “Sendirian?” lanjutnya basa-basi.
“Ia, kebetulan sendirian aja..” jawabnya sembari tersenyum.
“Ini senyuman pertamanya yang gue liat dari dia..” ungkapnya dalam hati. “Dan itu indah banget..” sambungnya masih dalam hati. “Eh, gabung aja. Duduk..duduk..” ucapnya sembari mempersilahkan wanita tersebut duduk bersamanya, juga bersama Nita kekasihnya. “Oia, kenalin..” sambungnya sembari menunjuk Nita.
“Nita, tunangannya Radit..” ucapnya sedikit sinis.
“Oh.. Gue Ratu, temen SMAnya Radit..” jawabnya santai. “Kalian udah tunangan?” lanjutnya kembali menunjukkan senyuman manisnya.

Radit melihat ke arah Nita, ia kemudian ingin berkata bahwa Nita belum menjadi tunangannya. Namun, ia tidak tega berkata demikian dihadapan kekasihnya ini. “Ehmm, apa kabar kamu?!” tanyanya mengalihkan pembicaraan.

“Gue baik juga..”singkatnya ketika merasa kehadirannya mengganggu suasana mereka berdua. “Eh, kayaknya gue pindah ke sebelah aja yaa..” lanjutnya sembari berdiri dari kursinya.
“Kenapa?” ucap Radit yang ikut berdiri dari kursinya. “Disini aja, lagian kamu sendirian kan?!” lanjutnya berharap wanita itu tetap duduk didekatnya.
“Okei..” ucapnya yang kemudian duduk kembali. Ia kemudian memanggil waitress untuk memesan menu makan siangnya. “Cukup Mba..” lanjutnya pada waitress ketika selesai memilih menunya. “Ada yang mau dipesen lagi?” tanyanya pada Radit dan Nita.
“Udah kok, ini aja masih ada..” jawab Radith sembari terus memperhatikan Ratu. “Apa ini mimpi?!!” ucapnya dalam hati. “Eh, tadi… Kenapa nyamperin aku?!” tanyanya hati-hati, takut salah memberi pertanyaan.
“Ya, aku tadi duduk di sana..” jawabnya sembari menunjuk meja yang tidak jauh dari tempat mereka. “Terus, waktu aku nyari waitress, aku lihat ke arah sini. Eh, kayak yang kenal..” lanjutnya berhenti sejenak. “Terus, aku deketin deh, takutnya salah orang kan..Tapi ternyata bener..” sambungnya lagi.

Raditpun tersenyum mendengarnya. “Ternyata dia baik, ngga sesinis yang aku bayangin..” ungkapnya dalam hati. Mereka terus membicarakan masa-masa ketika masih di bangku SMA, tawapun terus muncul dari bibir mereka. Hingga akhirnya Nita merasa dilupakan dengan kehadiran wanita itu.
“Aku ke toilet..” singkatnya yang kemudian bergegas menuju toilet café ini. Ia menatap dirinya dalam cermin, kemudian ia menangis. “Jadi dia yang namanya Ratu??!!” ucapnya terlihat cemburu dan ketakutan. “Bener apa kata Kancil..” lanjutnya dalam hati. “Radit keliatan banget masih nyimpen perasaan yang begitu besar untuk wanita itu..” sambungnya masih terus meneteskan air mata. “Tapi Radit punya aku, aku ngga mau mundur dan aku ngga mau ngalah!!!” ucapnya yakin masih bisa terus memperbaiki hubungannya. Ia menghapus air matanya, ia tambahkan sedikit make up pada wajahnya agar tidak terlihat habis meneteskan air mata, kemudian ia keluar dari toilet. Dari depan toilet, ia lihat keceriaan di wajah Radit yang begitu berbeda ketika berbincang dengan Ratu. “Sudah cukup lama aku tidak melihat keceriaan dari wajahnya..” ucapnya dalam hati sembari berjalan ke mejanya. Sedikitpun Radit tidak memperdulikan keberadaan Nita, ia hanya terus bercanda dan berbincang dengan Ratu.

“Kamu akrab banget ya sama dia..” tanya Nita saat perjalanan pulang.
“Hmm.. Wajarlah udah lama ngga ketemu..” jawabnya masih terus ceria karena pertemuannya itu.
“Oia? Tapi beda aja loh sayang..” lanjutnya mencoba menyelidiki.
“Maksudnya?” singkatnya yang kali ini terlihat ceria berlebihan.
“Dia cantik ya..” sambung Nita mencoba memancing kekasihnya untuk bicara mengenai kesannya pada wanita itu.
“Oiaa pasti..” jawab Radit santai. Nita terkejut dengan jawaban Radit yang seolah-olah memuji wanita itu. “Dulu, banyak banget temen-temen aku yang pengen jadi cowoknya. Ya, dia itu termasuk kembangnya sekolah lah…” Ceritanya panjang lebar.
“Termasuk kamu?” singkatnya sembari terus melihat ekspresi wajah kekasihnya ini. Radit tersenyum, kemudian ia melihat wajah Nita yang sedari tadi masih memperhatikannya, ia tersadar telah membuat Nita bertanya-tanya karena sikapnya ini. “Kok kita jadi ngomongin Ratu terus yaaa?!” ucapnya mengalihkan pembicaraan.
“Ngga apa-apa, aku seneng liat wajah kamu kembali ceria..” jawab Nita yang kemudian menundukkan kepalanya.
***

Keesokan harinya, setelah bertemu Kancil dan mendapatkan nomor telepon Ratu dari Kancil yang juga teman SMAnya, Nita mencoba menghubungi wanita Rivalnya itu. Ia membuat janji untuk bicara dari hati ke hati.

“Ada apa ya..” ucap Ratu membuka perbincangan.
“Untuk aku, ini masalah serius..” singkatnya tanpa basa-basi.
“Maksudnya..” Ratu sedikit kebingungan dengan maksud wanita itu.
“Aku dan Radit sudah membina hubungan ini selama dua tahun. Hubungan kami baik, bahkan sangat baik. Aku mencintainya, tidak peduli dia mencintai aku atau tidak..” ceritanya panjang lebar, membuat Ratu mengernyitkan dahinya. “Tapi aku sudah berusaha menjadi pendamping yang baik untuknya, aku mendukung kariernya hingga ia bisa seperti sekarang ini, aku yang ada di belakang kesuksesannya..” lanjutnya sedikit membanggakan diri. Ratu semakin tidak mengerti maksud dari pembicaraan mereka, namun ia masih terus mendengarkan pembicaraan kekasih teman SMAnya ini. “Dia yang dulu pendiam dan cuek, bisa aku rubah sedikit demi sedikit. Aku ngga pernah menuntut apapun dari dia, karena aku merasa diapun mencintai aku…” sambungnya yang kali ini mulai terlihat berkaca-kaca. “Tapi semenjak ada kamu, dia kembali seperti dulu!” ucapnya sedikit membentak. “Kamu itu cinta pertamanya Radit!!” ucapnya yang kali ini sedikit berteriak lalu berdiri dari kursinya. “Radit memendam perasaan untuk kamu semenjak kalian SMA dan sampai saat ini, PUAS !!” lanjutnya yang kemudian pergi dari hadapan Ratu.

Ratu terkejut mendengar perkataan wanita itu. Ia tidak tahu harus melakukan apa. Nita kemudian kembali ke rumahnya, ia mengurung dirinya di dalam kamar. Ia ambil seluruh fotonya bersama Radit yang terpajang di dinding kamarnya, kemudian ia tatap satu persatu gambar dirinya bersama kekasihnya yang amat ia cintai.

((Ku tak bisa paksamu tuk tinggal di sisiku. Walau kau yang selalu sakiti aku dengan perbuatanmu. Namun sudah kau pergilah, jangan kau sesali. Karena ku sanggup walau ku tak mau berdiri sendiri tanpamu. Ku mau kau tak usah ragu, tinggalkan aku, kalau memang harus begitu. Tak yakin ku kan mampu hapus rasa sakitku. Ku kan selalu perjuangkan cinta kita namun apa salahku, hingga ku tak layak dapatkan kesungguhanmu. Karena Ku Sanggup by Agnes Monica))
***

“Ratu..” ucapnya bahagia ketika handphonenya berdering dan muncul nama Ratu di layar telepon genggamnya itu. Setelah pertemuannya kemarin, ia ingin terlebih dahulu menghubungi wanita ini, namun lagi-lagi ia tak punya cukup nyali. “Hai Ratu..” sapanya sembari tersenyum, ia berdiri dari meja kerjanya. “Ketemu?!” ucapnya terkejut ketika Ratu mengajaknya untuk bertemu. “Bisa..bisa!!!” lanjutnya penuh semangat.

Pada waktu yang dijanjikan, mereka pun bertemu masih di coffeshop yang sama.

“Maaf ya, ganggu waktu kamu..” ucap Ratu membuka perbincangan karena Radit terlihat gugup. Radit tersenyum menjawabnya. “Kayaknya aku mau ngomongin masalah penting..” sambungnya tidak yakin untuk membicarakannya.
“Apa?” singkatnya, ia masih belum percaya pertemuannya ini akan berlanjut.
“Apa bener.. kamu.. kamu..” ucapnya terbata-bata. Radit memberanikan dirinya mendekati wanita dihadapannya. Ia mencoba menatap wanita ini. “Apa bener kamu punya perasaan buat aku?!” tanyanya to the point, kemudian menundukkan kepalanya. Radit semakin terkejut dengan pertanyaan itu.
“Siapa yang bilang?” ucapnya terkejut. “Kancil?” tebaknya. Ratu menggelengkan kepalanya, ia kemudian menatap Radit.
“Aku ingin tahu, apa itu bener, Dit..” tanyanya kembali. Radit memegang keningnya, lalu menutup wajahnya, ia terlihat begitu salah tingkah. “Aku cuma butuh jawaban bener, atau yang aku bilang tadi itu salah besar??” lanjutnya mencari tahu. “Aku mau hapus rasa penasaran ini, Dit..” sambungnya. “Please..” pinta Ratu.
“Iya.. Tapi aku mau tahu, kamu tahu dari siapa?” ucapnya tidak menyadari bahwa kalimat tersebut menunjukkan bahwa ia sudah menjawab pertanyaan Ratu.
“Jadi jawabannya bener?!” tebak Ratu. “Jadi bener apa yang dibilang Nita, Dit?!” lanjutnya.
“Nita?!” ucapnya tidak menyangka Nita mengetahui isi hatinya.
“Ia dia hubungin aku, dia ajak aku ketemu, dan dia bicara panjang lebar tentang “ini” dan tentang kalian..” jelas Ratu.
“Maaf, maaf, kamu harus tahu perasaan ini dari orang lain..” ungkapnya. Sesaat mereka terdiam, Radit memberanikan diri untuk menyentuh tangan Ratu yang sedari tadi terlihat manis di atas meja. Mereka saling bertatap, lalu tersenyum. “Aku ngga punya keberanian untuk deketin kamu, apalagi untuk menyatakan perasaan ini..” ungkapnya mulai membuka kejujurannya.. “Buat aku, berharap kamu bagaikan memeluk bulan. Maka dari itu, perasaan aku ini masih aku simpan baik-baik, karena aku yakin suatu hari kalau kamu memang untuk aku, aku pasti bisa memeluk bulan itu..” sambungnya masih terus memegang tangan wanita dihadapannya.

((Kini kusadari rasa ini tak mungkin dapat terwujud dalam kisah kasih kita. Kini ku mengerti tulus cinta ini hanyalah mimpi panjang yang tak pernah usai. Karena tuk bersamamu, bagaikan berharap memeluk bulan. Memeluk Bulan by Rossa))

“Kamu ngga marah dengan semua kejujuran ini?!” tanyanya sedikit ketakutan di esok hari tidak bisa lagi bertemu. Ratu menggelengkan kepalanya dan tersenyum, ia terlihat bahagia. “Bertahun-tahun aku menunggu moment ini..” sambungnya bahagia. Ia lihat senyuman tulus dari bibir mungilnya Ratu, dan ia menyimpulkan Ratu sangat welcome dengan perasaannya itu bahkan bisa jadi Ratupun sebenarnya memiliki perasaan yang sama dengannya.
“Tapi, kenapa saatnya ngga tepat ya?!” ucap Ratu sedikit malu, wajahnya kemerah-merahan.
“Maksudnya?!”
“Ya, kamu kan udah ada tunangan??”
“Aku bukan tunangannya Radit..” tiba-tiba Nita muncul dihadapan mereka. Ia tersenyum di hadapan pria yang masih kekasihnya itu.
Radit terkejut dengan kehadiran Nita yang tiba-tiba. “Ta..” ucapnya sembari berdiri dari kursinya.
“Radit, aku.. Aku sayang kamu..” ucapnya terlihat berkaca-kaca. “Maka dari itu, aku mau kamu bahagia, walaupun tanpa aku..” ucap Nita menunjukkan dirinya kuat. Ia lalu pergi dari hadapan keduanya.
“Radit, kejar..” pinta Ratu, walaupun ia sedang merasakan kebahagiaan bersama Radit, namun ia masih menghargai Nita yang berstatus masih kekasih Radit. Raditpun mengikuti anjuran Ratu untuk mengejar Nita yang sudah sampai di parkiran.
“Ta, Nita !!!” panggilnya. Ia terus mengejar Nita. “Nita!!” lanjutnya ketika berhasil membuat Nita berhenti dari larinya. Nita tersenyum memandang wajah kekasihnya.
“Ini sentuhan terakhir aku..” ucapnya sembari menyentuh wajah Radit.
“Ta, aku minta maaf..”
“Aku sangat ngerti perasaan kamu, makanya aku berusaha untuk ikhlas nerima semuanya..” jelasnya. “Kamu tahu kan dari awal aku ngga pernah nuntut apapun dari kamu??” Nita mengingatkan. “Makanya disaat hati kamu bukan lagi untuk aku, aku ngga mau menuntut kamu untuk tetap mencintai aku..” ungkapnya masih berusaha tabah. “Pergilah, Dit.. Cinta kamu disana..” ucapnya sembari melihat ke arah Ratu yang sudah cukup lama menyaksikan adegannya dengan Radit dari teras café. Ia melepaskan sentuhannya, lalu memberhentikan taxi, ia pergi dari hadapannya.
***

Tuhan, hadirkan dia yang dapat menghiburku setiap saat…

Tuhan, hadirkan dia yang dapat menghiburku setiap saat…

Mungkin ini yang mamaku rasakan ketika baru menikah, dan harus jauh dari keluarga demi menemani suaminya yang sedang bertugas. Tapi perasaan ini, mungkin tidak seberapa dengan apa yang mama rasakan saat itu. Mama harus menemani papa ke luar kota yang terletak di sebelah Timur sana dan mama harus merasakan kesendirian ketika papa bekerja dari pagi hingga sore hari. Terbayang betapa bosannya mama menunggu dalam kesendiriannya di kota yang sangat jauh dari keluarga. Dan rutinitas tersebut  berlangsung lebih dari satu tahun. Hmmm… semua yang mama lewati, itu hanya sebagian yang aku rasakan saat ini.
Disaat pekerjaanku masih libur, aku sangat merasa kesepian di rumah ini. Terlebih suamiku harus pergi pagi hari dan pulang malam hari, karena tugasnya yang padat sebelum dan setelah hari raya iedul fitri ini. Setelah pekerjaan rumah selesai, aku tidak tahu harus mengerjakan apa lagi, hanya rasa sendiri yang aku rasakan. Ya Allah, hilangkan rasa sepi ini, hadirkan dia yang dapat menghiburku setiap saat, agar aku tidak mengganggu suamiku yang sedang bekerja di luar sana dengan terus menghubunginya. Berikanlah kekuatan, keselamatan, dan rejeki pada suamiku yang sedang mencari nafkah untuk kami. Amin..

Putri, 14 September 2010

My August .. :)

Istana sederhana, tempat kami berteduh..
Dua minggu sudah kami hidup berdua di istana sederhana kami ini. Istana tempat kami berteduh, yang dapat berdiri dengan beberapa perjuangan juga rintangan yang harus kami lewati. Syukur alhamdulilah, pada usia satu tahun pernikahan, kami sudah dapat hidup berdua, lepas dari orang tua, dan merasakan perjalanan rumah tangga yang sesungguhnya. Ya, dengan hidup hanya berdua dalam satu atap seperti ini, saya dan suami dapat merasakan pahit manisnya berumah tangga tanpa campur tangan siapapun. Segala hal yang berkenaan dengan isi rumah, menu masakan, belanja bulanan, pemasukan dan pengeluaran, selalu kami bicarakan berdua.

Mulai dari nol..
Ini yang selalu mama dan papa kami tekankan. “Jangan neko-neko, hidup apa adanya, jangan selalu menuntut hal yang sebenarnya belum diperlukan..” Itulah beberapa  pesan dari kedua orangtua kami. Pesan yang akan selalu kami ingat dan akan kami tiru contoh yang amat terpuji itu. Insyaallah, saya akan terus dan terus belajar menjadi istri yang sempurna di mata suami dan orang tua saya. Amin..

Belajar dan terus belajar..
Ya, dalam segala hal saya akan belajar memperbaiki diri untuk mendekati kesempurnaan. Saya ingin menjadi istri yang sempurna di matanya. Bulan ramadhan ini mudah-mudahan bisa menjadi moment untuk pembelajaran saya. Disaat badan masih lemas dan mengantuk, saya harus memasak untuk makan sahur kami berdua.  Untuk membangunkannya dari tidurpun terkadang saya kesusahan dan kesal karena sulitnya ia dibangunkan. Saya juga harus mencari menu masakan yang mudah untuk hidangan sahur dan berbuka puasa selanjutnya agar ia tidak bosan dengan menu yang ada. Inilah saya apa adanya.. Bantu aku untuk menjadi yang kamu mau, sayang..

Aku percaya kamu, suamiku..
Ketika suami saya sedang berkirim pesan lewat telepon genggamnya, terkadang hati kecil saya bertanya-tanya. “Sedang apa suami saya ini, dengan siapa ia berkirim pesan itu, apa yang mereka bicarakan, mengapa terlalu sering handphonenya berdering?!!!” Ingin rasanya melihat isi pesan dalam handphonenya itu tanpa sepengetahuannya, dan  ingin rasanya mengecek nomor yang masuk dan juga nomor yang keluar. Hmmftt.. Ya Allah, jauhkan pikiran negatif ini. Dia suamiku, dia sudah memilih aku untuk menjadi pendampingnya seumur hidup, maka tidak mungkin dia mengecewakanku!!! Dia suamiku, dia sudah menyingkirkan yang lainnya demi aku, maka tidak mungkin dia berpaling kembali pada wanita di masa lalunya!!! Dia suamiku dan akan terus menjadi suamiku yang paling hebat, suami yang tidak lupa pada janji dan komitmennya.

Dia, lelaki hebat..
Saya bahagia melihatnya rela berkotor-kotor demi memperbaiki atap rumah yang sedikit bocor ketika hujan lebat. Saya kagum melihatnya mengeluarkan tenaga lebihnya untuk memasang lampu-lampu di rumah baru kami, juga memasangkan beberapa selot pada pintu rumah agar dia tidak terlalu khawatir ketika meninggalkan saya seorang diri di rumah. Saya terharu melihatnya mau terjun ke dapur untuk membantu saya menyiapkan menu makanan untuk kami nikmati berdua, bukan hanya itu iapun mengajarkan saya membuat beberapa menu makanan. Saya bangga melihatnya rela kelelahan demi mendapatkan nafkah untuk menghidupi saya, istrinya. Maka dari itu, saya tidak mengeluh untuk mencucikan pakaiannya, membersihkan sepatunya, menyiapkan menu makanannya, dan segala kebutuhannya. Beberapa keluhan yang terlontar dari mulut saya, itu hanya sedikit akal untuk mencari perhatiannya ketika ia memiliki waktu untuk berada di samping saya. Tidak jarang saya merengek meminta pijitan lembutnya untuk mengobati kelelahan ini…

Rejeki yang terus mengalir..
Alhamdulillah, sejak kami pindah di rumah ini (tepatnya sejak detik detik datangnya bulan ramadhan), rejeki terus saja mengalir. Disaat keuangan sudah minim, ada saja rejekinya. Doa kami didengarNya, subhanallah… Mudah-mudahan ramadhan kali ini menjadi bulan yang sangat mulia bagi kami dan mudah-mudahan rumah ini membawa berkah dan rejeki yang barokah dari Allah, amin.

Tak kunjung hadir..
Sedih, akupun sedih dengan kondisi ini. Bingung, akupun bingung menghadapi  pembicaraan mereka. Bukan salahku juga bukan salahmu atas harapan yang tak kunjung hadir ini. Hanya waktu yang dapat menjawabnya, biarkan mengalir apa adanya. Tak perlu dengar berbagai ucapan dari luar sana. Yakinlah, Allah tahu yang terbaik untuk kita, kemarin, saat ini dan esok hari.

Putri,  Agustus 2010


Selasa, 10 Agustus 2010

Ramadhan kali ke dua ...

Ini adalah ramadhan ke dua yang ku jalani bersama suami .. Tahun yang lalu masih berjalan biasa-biasa saja, tidak ada sesuatu yang special. Tahun ini berharap ada sesuatu yang hadir yang menambah keceriaan di bulan penuh rahmat ini. Namun yang ditunggu itu tak kunjung tiba. Kami masih selalu menunggu hadiahMu itu ya Allah...

Untuk semua yang menunggu kehadirannya, maaf aku belum bisa memberikannya untuk kalian semua. Terus dan teruslah berdoa untukku. Tidak ada maksud untuk menunda kehadirannya, dan tidak ada maksud untuk menghalangi keinginan kalian untuk menjadi  seorang kakek dan nenek yang baru, juga om dan tante yang baru. Bersabarlah, aku pun ingin rasanya menggunakan berbagai cara untuk mewujudkan harapan kalian itu... Tersenyumlah untuk aku !!!

Marhaban yaa Ramadhan, selamat berpuasa, mudah-mudahan kita dapat meraih kemenangan bersama. Amin...

Minggu, 25 Juli 2010

Lihat Aku , Sayang ...

Meskipun aku "begini", inilah adanya aku...
Aku yang telah menjadi pemenangnya, begitu pula engkau yang telah memenangkan hati ini.
Aku yang telah kau pilih untuk jadi bagian hidupmu.
Aku seorang yang disampingmu, satu-satunya yang berada di hatimu.
Aku yang berada di sisimu saat kau menutup mata di malam hari, dan saat kau membuka mata di pagi hari.
Aku yang membuatkan secangkir teh hangat ketika kau hendak beranjak dan saat kau kembali dari rutinitasmu.
Aku yang memperhatikan pakaianmu, jika sedikit kotor, aku segera mencucinya. Setiap hari aku menyiapkan pakaianmu untuk bekerja.
Aku yang membersihkan sepatumu agar terlihat berkilau kembali, seolah-olah aku amat mendukung pekerjaanmu, seolah-olah agar kau ingat aku dari luar sana..
Aku yang memberikan warna dalam hidupmu saat ini dan esok hari.
Aku siap menerima segala kondisi kita, suka dan duka.
Bahkan disaat hati ini sedang TERLUKA, KECEWA, aku tetap melakukannya untukmu.
Pikir dan bayangkan, belum tentu wanita lain bisa seperti aku!
LIHAT AKU, sayang..
Disaat apapun, dalam kondisi apapun, aku tetap milikmu seorang..
Disaat apapun, dalam kondisi apapun, aku sanggup disampingmu..